Sabtu, 29 September 2012

Keselamatan Kerja Pengangkatan Manual

Keselamatan Kerja Pengangkatan Manual 


1. Teknik dasar pada pekerjaan Stepping, Handling dan Lifting. keseimbangan yang bagus merupakan dasar dari kekuatan dan kontrol.
· Lutut harus dalam keadaan yang fleksibel/lentur pada saat berdiri dengan membawa beban, mengangkat, dan berjalan.
· Atur sudut berdiri sehingga posisi tubuh stabil pada kegiatan mengangkut, mengangkat dan berjalan.
· Jika kaki selip, perpendeklah langkah dan ambil posisi stabil.
· Ketika menuruni tangga, ambillah posisi kaki agak menyambing agar posisi kita seimbang.
· Ketika mengangkat beban menuruni tangga, perkecil gerakan kepala karena akan dapat mengganggu kesimbangan tubuh.
· Pakailah sepatu atau boot untuk melindungi telapak kaki dan engkel.

2. Pada saat mengangkat, mendorong, lakukan perubahan gerakan mengungkit untuk mengurangi akumulasi stress dan luka trauma.
· Letakkan pivot, roll, pada tempat yang benar sebelum mengangkat.
· Sebelum mengambil atau mengangkat benda, usahakan letak kaki sedekat mungkin dengan benda yang akan diangkat tersebut.
· Pada saat membawa beban berat, usahakan sedapat mungkin menempatkan benda tersebut berada pada tengah-tengah tubuh kita (di bawah abdomen).
· Pergerakan siku yang benar dapat menambah kekuatan dan mengurangi ketegangan (Gerakan siku searah dengan garis tengah tubuh)

3. Beberapa tindakan kritis pada kegiatan stepping, handling dan lifting.
· Gunakan alat/mesin bantu sebisa mungkin untuk mengangkat dan peralatan pengangkut (crane, forklift, winchi dll).
· Hindari berjalan mundur pada saat membawa dan mengangkat beban.
· Sebelum melewati anak tangga pertama, salah satu tangan harus berpegangan pada rail tangga (terutama jika menuruni tangga).
· Gunakan harness atau lanyard jika melakukan pekerjaan di atas tanah (pada tangga, derrick, rak peralatan, unit muat dll)
· Jika pekerjaan mengharuskan duduk atau berdiri untuk waktu yang panjang, jagalah beban tulang belakang dengan melebarkan jarak kaki.


4. Jika melakukan pekerjaan pengangkatan, dan gerakan secara team perlu dilakukan komunikasi.
· Belajar dari pengalaman, ukuran dan kondisi saat ini terhadap semua anggota tim ketika menentukan metode terbaik yang akan digunakan, dan harus ditentukan siapa yang harus melakukan secara khusus. Salah satu harus bertugas sebagai coordinator atau kepala.
· Lakukan gerakan pemanasan untuk mencegah ketegangan otot (kram).
· Pikirkan tindakan yang akan diambil jika terjadi selip, tersandung,terjatuh dll.


5. Ketika melakukan pengangkatan atau gerakan dengan membawa beban secara tim, gunakan signal untuk mencegah terjadinya “surprise injuries”.
· Jagalah komunikasi terus menerus secara konstan. Misal konfirmasi sebelum mengangkat, menurunkan dll.
· Gunakan metode on three (siap dalam hitungan ketiga, 1, 2, 3) untuk koordinasi waktu pengangkatan.
· Komunikasikan bahaya yang mungkin timbul selama pekerjaan dengan anggota tim lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar